Pementasan Neo Instalasi Rindu X Dongeng Xua - Xua | Sutradara Ocky Sandi

Bagikan
Sematkan
  • Dipublikasikan tanggal 27 Peb 2019
  • "Sebuah kerinduan yang ingin mencari klimaks dalam pertunjukan"
    Jika anda berpikir bahwa rindu hanya melulu permasalahan hati, maka anda perlu menyaksikan pentas ini. Sebuah kerinduan yang entah kepada siapa dan apa bentuknya. Ia kemudian terekspresikan oleh tubuh-tubuh 'sakit' yang ingin melepaskan rasa rindunya dengan pencarian yang mungkin tanpa ujung, tanpa titik temu, dan tanpa klimaks yang melankolis dan dramatis. Lalu Dongeng Xua-Xua yang mengangkat tema soal marginalisasi perempuan, serta Sajak Kangen Rendra yang tragis, dihadirkan secara tekstual sebagai 'teks' pembanding tubuh-tubuh rindu tadi. Adakah irisan di antara tiga tema dalam satu pentas tersebut? atau malah saling bertabrakan atau berdiri sendiri dengan independensinya masing-masing?
    Inilah kira-kira narasi besar dari pentas bertajuk 'Neo Instalasi Rindu X Dongeng Xua-Xua' yang digagas Teater Masagi dan Laboratorium Aktor Bogor (LAB) dengan melibatkan hampir kebanyakan alumni dan civitas akademia Universitas Pakuan, diantaranya Hima Diksatrasia FKIP, Teater Diksatrasia FKIP dan personil PSM Gita Simfoni Pakuan.
    Pentas yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2019 pukul 19.30 wib di Aula FKIP Universitas Pakuan bogor ini menawarkan beberapa konsep pemanggungan yang tidak biasa berkembang di kota Bogor.
    'Kekayaan tubuh manusia jarang sekali mendapatkan porsi yang maksimal dalam pentas2 teater di bogor. Karena itu perkawinan eksplorasi tubuh yang kuat dengan teks yang verbal diharapkan membuat dinamika teater di Bogor lebih berkembang dalam upaya menyampaikan pesan dan menyentuh batin penonton melalui sebuah pentas, dengan tanpa mengabaikan aspek hiburannya", ujar Ocky Sandi yang didapuk jadi sutradara pentas ini.
    Akhir kata, semoga pentas ini memperkuat dinamika teater di kota Bogor khususnya, dan menjadi ruang taktis dan strategis dalam mempersiapkan generasi genius melalui kerja kreatif seni teater.

Komentar • 0