Alasan Indonesia Tidak Perlu Lockdown

Bagikan
Sematkan
  • Desakan lockdown dari berbagai pihak di tengah pandemi virus korona atau covid-19 di Indonesia cukup deras akibat terus bertambahnya korban yang positif covid-19. Namun, pada akhirnya Presiden Jokowi memutuskan untuk Tes Massal virus korona dan bukan memilih jalan lockdown.
    Sebenarnya apa saja pertimbangan pemerintah yang pada akhirnya memilih tes massal ketimbang lockdown? Lalu bagaimana sejati yang akan terjadi pada sektor ekonomi jika jalan yang dipilih adalah lockdown?
    Semua akan dijawab dalam wawancara khusus bersama Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali yang dipandu oleh Direktur Pemberitaan medcom.id Abdul Kohar.
    #Viruskorona #Newsmakermedcom #RhenaldKasali

Komentar • 80

  • Riza Noor
    Riza Noor Jam Yang lalu

    Jika UU karantina tidak diperlakukan dengan pembatasan wilayah. Maka tanggungjawab terbesar ada di pemerintah pusat dan pakar pakar yang jadi rujukan.
    Kita lihat Senin 30 Maret 2020
    Apakah sudah ada keberanian mengkarantina wilayah ?

  • Gazi Gazi
    Gazi Gazi Jam Yang lalu

    Pk renal kasali...
    Seharusnya jadi penasehat di kabinet ..mungkin bisa membantu untuk kemajuan negara

  • Bams Darmawanto
    Bams Darmawanto Jam Yang lalu

    Penjelasan yg sgt menyejukkan, berspektrum luas dan bijak. Smg dpt menginspirasi utk kt semua dpt bersikap tenang dan berfikir positif. Hormat sy kpd Prof. Reynald Kasali 🙏

  • M Usman Fitriadi
    M Usman Fitriadi 2 jam yang lalu

    Terima kasih pak Prof dan host. Semoga Qt semua diberi kebahagiaan dunia dan akhirat

  • Mas Do
    Mas Do 2 jam yang lalu

    Virus memang ga lama...palingan 6 bulan...tapi setelah 6 bulan semua moduar...

  • fajar suryono
    fajar suryono 2 jam yang lalu

    18:53 nunggu banyak yg mati dlu smpe 5rb per wilayah baru mau lockdown/karatina wilayah.. nunggu rakyat yg byk jd korban dlu??. ckckck..

  • Fery Taula
    Fery Taula 3 jam yang lalu

    Insipiring Prof Rhenald

  • Seno Adji
    Seno Adji 4 jam yang lalu

    ada vlog yg menarik ttg fakta2x aneh covid-19 .... sebelum di takedown lagi , silahkan ditonton sampai selesai, semoga bermanfaat idclips.com/video/hcvxqzatUGE/video.html

  • Wayan bayu Indra irawan
    Wayan bayu Indra irawan 4 jam yang lalu

    Menyejukkan sekali prof penjelasannya

  • marshus
    marshus 5 jam yang lalu

    kurang pintar apa ahli virologi di china, toh mereka gagal mengantisipasi meledaknya wabah di wuhan, karena ahli virologi belum tentu paham epidemologi,
    kalaupun ada ahli epidemologi paham epidemologi corona virus, belum tentu paham epidemologi covid-19, karena ini virus corona sama sekali baru, masih banyak sifat yang belum diketahui.

    maka ketika pak rhenal ngomong wabah covid-10 ini "seperti yang sudah sudah", ya sudah berarti dia pamer ketidak tahuan dirinya tentang covid-19 ini
    lompat pagarnya terlalu jauh pak

  • Eka Maizuhardi
    Eka Maizuhardi 6 jam yang lalu

    Prof, itu bukan kapasitas sampean. Sebaiknya jangan begitu

  • Wahyu Nugraha
    Wahyu Nugraha 7 jam yang lalu

    MANTAP.......KITA SEMUA BUTUH PENCERAHAN HIDUP

  • nasren ersam
    nasren ersam 7 jam yang lalu

    Yang punya liquid banyak...
    Lagi2 yang di untungkan para orang kaya yang punya saldo no limit..

  • Achmad Fadhli
    Achmad Fadhli 7 jam yang lalu

    marketing ngomong

  • Mob Pitt
    Mob Pitt 8 jam yang lalu

    Kenapa mesti tunggu 5000 org jd korban ?
    Biar aja lah prof ngomong apa.. yg ptg pemerintah sdh merencanakan ini..
    m.mediaindonesia.com/read/detail/299568-pemerintah-segera-tutup-arus-transportasi-ke-luar-jakarta

  • Irsan Asari
    Irsan Asari 8 jam yang lalu

    Coba dingarkan di menit @18:52
    Lockdown dilakukan jika jumlah korban sudah mencapai 5000 orang.
    Lalu apa artinya, 5000 jiwa melayang lalu pada akhirnya lockdown juga?

  • Amigas Busak
    Amigas Busak 8 jam yang lalu

    tinggal pilih prof dungu, apa takut lapar sebentar atau mau mati cepat karena pirus, tenaga medis kita sudah byk yg mati prof, pikir itu, jgn sampai seperti di italia sudah tdk tetkendali

  • Wiwik MacM
    Wiwik MacM 9 jam yang lalu

    Italy lockdown juga gak ada perubahan, Korban jiwa masih saja tinggi

  • Edward Snowden
    Edward Snowden 9 jam yang lalu

    Kalau 3% penderita COVID-19 meninggal, berarti 3% x 200+ juta = minimal 6 juta orang. Tujuan lockdown bukan mencegah orang kena, tapi menyebar jumlah pasien ke beberapa bulan/tahun agar rumah sakit punya cukup tempat + alat untuk menyelamatkan 6 juta orang. Tapi tanpa investasi di rumah sakit tidak ada bedanya disebar atau tidak kalau rumah sakit + dokter tidak dapat alat perlindungan + testing + membantu pernafasan. Pada akhirnya semua orang akan kena COVID-19, 97% akan hidup, 3% tergantung rumah sakit/dokter untuk tetap hidup.

  • Kzaman Zuraidah
    Kzaman Zuraidah 9 jam yang lalu

    Malaysia lockdown 4mnggu itupun bergantung pada keputusan sama ada menurun atau meningkatnya kematian seandainya kematian semakin meningkat lockdown akan dilanjutkan.. Alhamdulillah kerajaan kami memahami kesusahan rakyatnya memberi kami bantuan kewangan rm 1.600 dan pengeluaran kwsp rm500 selama 12bulan. Syukur alhamdulillah.. Pada aq mmg aq xsetuju pandangannya profesor. ini kerana rezeki boleh kita cari tapi nyawa xbole diganti.. Cara malaysia lockdown xkan bankrup sbb apabila kerajaan beri bantuan kewangan rakyat masih boleh membeli belah ini bermakna ekonomi bekalan naik ini dapat menyelamatkan syarikat2 tempatan dari ditutup dan pekerja xperlu dibuang kerana syarikat masih kukuh kenape bodoh sangat maaf profesor ni xcukup pandai.. Pendapat dia hanya nak menyelamatkan orang orang kaya sahaja.. Salam malaysia buat indonesia..

  • Di Gan
    Di Gan 12 jam yang lalu

    Betul se x..kata anda prof.? Nga semua setuju

  • Justice Go Green
    Justice Go Green 13 jam yang lalu

    Haha..lucu. Kenapa perlu bezakan situasi 90” dengan 2020? Nampaknya banyak rakyat yang akan tekorban. Lockdown is the good choice. Pemerintah bertanggungjawab menjaga rakyat.

  • yuli pujo Susetiono
    yuli pujo Susetiono 13 jam yang lalu

    Cadangan devisa RI melimpah, tapi jika lock down akan banyak yang merugi, RI juga akan kehilangan banyak pendapatan pajak.
    Kok terdengar kontradiktif ya...
    Padahal salah 1 kriteria benar adalah tidak ada kontradiksi di dalamnya.

  • Azhar Zarini
    Azhar Zarini 13 jam yang lalu +1

    Prof udah minum obat masuk angin. Wkwkwkwk

  • Ricky wasnoone
    Ricky wasnoone 13 jam yang lalu +2

    kalo dari sudut pandang ekonomi memang masuk akal. tapi sekali2 ada baiknya anda melihat dari sudut pandang medis dan budaya (mungkin).
    Kalo kita harus optimis jika virus ini bisa lenyap tanpa lockdown, apa sulitnya kita optimis jika ekonomi bisa pulih pasca lockdown.
    mungkin Sudah saatnya orang berpenghasilan lebih bisa saling berbagi dengan yg kesulitan, bukannya panik dan serakah...

  • jimmy anggen
    jimmy anggen 14 jam yang lalu

    APBN kurang salah siapa? salah rakyat? KAn bayar PAJAK terus? seharusnya yang ngambil duit itu brenti nyolong potong gaji klean, tap apa mau? ga mau dong biarlah kita yang kecil ini musnah yang penting gua kagak rugi-Prof sekarang orang pada berjatuhan ENTAHLAH!!!

  • Aris Firman
    Aris Firman 14 jam yang lalu +2

    Prof Rheinald hanya pengamat....dia tidak tau di lapangan seperti apa....

  • therapi Cell Japan Teknologi
    therapi Cell Japan Teknologi 15 jam yang lalu

    Bangsa Indonesia dikatakan tidak siap, wajar lah, sementara Amerika negara super power pun terbukti tidak siap juga dengan bencana ini.

  • Fadjar Sidik
    Fadjar Sidik 16 jam yang lalu +1

    Hei reinald kau menganggap remeh virus ini hati hati lho ya, yang jelas fundamen ekonomi Negara ini sedang tidak dalam keadaan baik baik saja lho ya.
    Jangan anggap remeh lho ya virus ini pemerintah ini lagi nggak punya duwit beli APD saja nggak sanggup.
    Mati 5000 itu berarti paling tidak orang dalam posisi pdp 55000 lebih dan odp 600000 .siapkah mr reinald ?

  • Aw Aji wibowo
    Aw Aji wibowo 17 jam yang lalu

    Prof terima kasih atas penjelasannya ,semoga bisa di dengar dan di lihat oleh orang yg menginginkan lock down.
    Pikirkan dampak untuk rakyat kecil .
    Saya yakin dimana ada masalah pasti ada jalan keluarnya .

  • Google UserX
    Google UserX 20 jam yang lalu

    Para ekonom banyak yang keras kepala rupanya. Banyak yang pesimis dengan kondisi ekonomi kita tapi sepertinya tidak paham daruratnya wabah ini. Coba kalian maju ke depan melayani yang kena COVID-19.

  • Ibnu Hajar
    Ibnu Hajar 22 jam yang lalu

    Kayak tahu saja

  • Vora Percussion
    Vora Percussion 23 jam yang lalu

    thank you Prof

  • B Munthe
    B Munthe 23 jam yang lalu

    Pencerahan yg luar biasa.trimksh untuk prof.Rinaldi

  • Hendri Ar
    Hendri Ar Hari Yang lalu

    Prof asal bapak senang...lock down, social ... sama saja, rakyat mau makan apa? Itu yg di pikir...

  • Jamal Ji
    Jamal Ji Hari Yang lalu

    Selamatkan dulu manusianya, baru ekonominya. What makes you think Indonesia is different from other countries. Bahkan Indonesia lebih rentan dan vulnerable.

  • Asep Saputra
    Asep Saputra Hari Yang lalu

    Massalloh sya kagum sama bapak prof.tutur kata bapak brof sangat bijak salam sehat sellu pak aminnn

  • Aas Desta
    Aas Desta Hari Yang lalu +1

    Mungkin nunggu 100.000 positif corona kaya Italy baru Lockdown

  • Mbah Oyhix
    Mbah Oyhix Hari Yang lalu

    Terima kasih pemerintah utk sementara tdk lakukan lockdown. Dan kebijak kebijakan stimulus. Ayo kita dukung pemerintah.utk masyarakat ikuti anjuran dan petunjuk dari pemerintah utk kebaikan kita bersama. Ayo kita berdo'a agar pandemi virus Corona bisa segera teratasi.amin...

  • syuhada shollihiin
    syuhada shollihiin Hari Yang lalu

    hm, tanpa lockdown demi Indonesia 4.0.... hahaha...
    artinya, wajar mengorbankan bbrp jiwa... puluhan, ratusan, ribuan... who knows...
    benarlah sabda Rasulullah SAW, masa para pemimpin zalim... laknatullah alaih kalian!

  • tukang maido
    tukang maido Hari Yang lalu +1

    Kalau channel cerdas kebanyakan yg komen positif dan cerdas cerdas

  • M rumin Sirin
    M rumin Sirin Hari Yang lalu

    Lockdown tdk di perlukan..kalau ada politikus dan pengamat yg maksa itu hanya keinginan mereka agar negara ini berantakan..dan mrk berharap pemerintah akan morat marit.dan itu tujuan para politikus berhati iblis ..demi keuntungan mrk sendiri dan kelompoknya ..yg harus di lockdown adalah daerah yg tertular cukup serius.bukan scara nasiinal. Berpikirlah sehat hai para perusak bangsa politikus politikus bejad.pengamat busuk.saatnya berpikir jernih sehat dan mementingkan banyak orang bukan grup dan klompok kalian semata...saling bantu itu lbh penting drpd banyak bicara di media demi populer di mata rakyat ..seperti jaman kolonial saja...saat anak bangsa yg lain berjuang meraih kemerdekaan tp yg lain sibuk jilat kompeni dan memeras rakyat..jangan2 para politikus dan pengamat di Senayan keturunan para penjilat kompeni..makanya nasionalnya tdk ada nb. Hanya kepentingan kluarga dan golongannya..seperti Fadli Zon dan lainnya mungkin..smoga lekas tidur di balik papan...penjelasan di video ini cukup bagus .smoga masih ada pengamat seperti ini di indonesia

  • Mulyanto K
    Mulyanto K Hari Yang lalu

    Kita buktikan pendapat anda prof

  • Nur Fadillah
    Nur Fadillah Hari Yang lalu

    5rb tanhgung 5jt atau 50 jt pa

  • lukman hakim
    lukman hakim Hari Yang lalu

    Sehat selalu buat Prof Rhenald dan Pak Abdul Kohar. Konten pembicaraannya sangat positif, hangat, dan optimis. Terima kasih.

  • Iman Bayu
    Iman Bayu Hari Yang lalu

    Wahai pak wartawan... Apakah bapak tidak khawatir jika bapak akan menularkan covid19 kepada Prof? Kenapa tidak teleconference saja? Beliau adalah aset bangsa kita!!!! Mikirrrr!!!

  • Wawan Samudera
    Wawan Samudera Hari Yang lalu +6

    Saya ingat, prof ini yang kalah debat sm RG.

  • Agus Rianto
    Agus Rianto Hari Yang lalu

    Intinya lockdown bkn proyek bisnis yg penuh fee tp proyek gratisan yg tdk mmberi keuntungan pr pjbat. Cb kl ini proyek bisnis pasti pd rebutan fee

  • Leuni
    Leuni Hari Yang lalu

    Semoga badai cepat berlalu,,,Corona lks brlalu. Sblm Bln suci Ramadhan, spya kita smua umat muslim bs mnjlnkn ibadah puasa, tarawih dan mnymbut Idul Fitri, dgn tenang tanpa rasa ketakutan.. kita sm" berdoa drpd sling berdebat coment yg tdk baik dan mnmbulkn permusuhan.

  • Moh Toib
    Moh Toib Hari Yang lalu +1

    professor cebong

  • Koza windi
    Koza windi Hari Yang lalu

    Social dictancing lebih tepat ..spt di taiwan penerapan social distance itu lebih manusiawi karan lebih kondusif + tentram tidak tertekan menghadapi virus corona, tetap beraktifitas normal namun membatasi pergerakan, semoga INDONESIA bisa bangkit dari keterpurukan 👍👍👍👍👍 jangan terapkan opsi lockdown agar rakyat tidak mati perlahan karna kelaparan 🤲🤲🤲🤲🤲🤲🤲
    Media sosial lebih menakutkan membuat gempar + keresahan rakyat, bisakah di filter agar berita tidak di blow up ??hanya untuk menaikkan ratting views??

  • Fajar Supriyadi
    Fajar Supriyadi Hari Yang lalu

    wah kalau ini memang yg dipikirkan cuma masalah ekomomi doang dan termasuk salah satu keluarga cebong hahaha.........Di otaknya gak pernah dipikirkan berapa banyak korban dari rakyat yg akan terkena wabah ini. Artinya dia lebih memprioritaskan ekonomi dari pada rakyat........................Smg dia dan keluarganya tidak ada yg terkena wabah ini................smg Tuhan tidak memberinya hukuman kpd nya melalui covid 19 ......

  • putra tukiman
    putra tukiman Hari Yang lalu

    Kx tidak siap. Katanya kemarin udh siap prof

  • putra tukiman
    putra tukiman Hari Yang lalu

    Lo lockdown pemerintah wajib menjamin kehidupan warga. Tu yg gx siap

  • bai di
    bai di Hari Yang lalu

    sidamantap dan solusi...

  • rahmat asri
    rahmat asri Hari Yang lalu +1

    Prof = tahu banyak tentang hal yang kecil
    Buzzer = tahu sedikit tentang hal yang banyak
    Ini profesor atau Buzzer?

  • tanwirul qulub
    tanwirul qulub Hari Yang lalu +1

    Alhamdulillah pak Rynald ude dapet kursi jadi G perlu kritik kebijakan pemerintah skrng.
    Coba kalo belum dapet kursi layaknya seperti bung Fajrul Rahman, ngibulin dll...
    Intinya Indonesia serba telat menangani covid 19. Sehingga banyak menimbulkan korban jiwa. Yg seharusnya mampu menekan jumlah korbannya....

  • akhmad dhemi
    akhmad dhemi Hari Yang lalu

    Akibat lock down kalangan ekonomi kebawah resikonya bencana kelaparan.saya yakin ada cara yang lebih tepat untuk melawan virus corona tanpa harus lock down

  • Rahmat Hidayat
    Rahmat Hidayat Hari Yang lalu

    Dari sisi dukungan ekonomi kata si prof kita punya cadangan devisa yg lumayan besar..... tapi disisi lain kita dengar indonesia punya utang luar negeri yg cukup besar. Sebenarnya penjelasan yg sederhanan gmn sih??? adakah disini yg bisa menjelaskan???
    Karena dr pandangan saya itu artinya kita punya tabungan, tetapi di sisi lain negara kita jg punya hutang yg cukup besar, sangking besar utangnya, cicil bunga utangnya aja sangat membebani APBN kta menteri keuangan. Jadi sebenarnya posisi fundamental ekonomi kita seperti apa sih??? Kadang pikiran saya yg awam ini gak nyambung menganalisanya

  • Herman Abdurohman
    Herman Abdurohman Hari Yang lalu

    Ok sudut pandang baru dari pak prof

  • RISMAN CROWN CHANNEL
    RISMAN CROWN CHANNEL Hari Yang lalu

    Nyimak terus,, ikut belajar sukses selalu

  • Dwi Mariyati
    Dwi Mariyati Hari Yang lalu

    Enak sekali penjelasannya..sehat terus prof..sering2 memberi pencerahan..semangat indonesiaku

  • Eka Maizuhardi
    Eka Maizuhardi Hari Yang lalu

    Ini profesor ngawur 🤣🤣

  • Nono Sumampouw
    Nono Sumampouw Hari Yang lalu

    Senang sekali mendengar talkshow ini di tengah keadaan seperti ini, ada optimisme dan cukup rasional serta juga menggunakan instrumen data yang memadai. Jadi apresiasi banget dah. Tapi juga perlu kritis dan hati-hati dalam mendengarkannya saya kira, sama seperti berbagai keputusan juga penting dilakukan secara hati-hati (dan juga cepat dalam arti tepat waktu, mungkin juga dalam arti ini cepat ekuivalen dengan tepat, bisa lihat Itali dan Amerika soal ini dlam soal keterlambatan) Sekalipun juga memang dalam brbagai kondisi, tiap negara/kawasan/daerah tidak bisa disamakan. Misalnya: dikatakan jika angka kematian sudah mencapai lebih 5rbu/wilayah maka pemerintah wajib lockdown, disini ada kesan seolah bahwa kematian karena pandemi hanyalah soal angka semata, saya pikir dalam kasus ini 1 ataupun 5.000 tetap saja tragedi. Angka kematian di China tidak mencapai 5rbu (sekitar 3rbuan, yang tertinggi di seluruh dunia, dan melakukan lockdown (anggaplah karantina, dan dengan begitu angka asumsi yg disampaikan dalam video ini lebih tinggi dari pusat pandemi itu sendiri, atau narasinya, nanti angka sudah lebih tinggi dari yang terparah baru diambil keputusan ‘genting’) terkontrol atau berbasis wilayah terutama di Hubei, Italy juga (ketika keadaan lebih parah), Selandia Baru juga yg baru mencapai 60an pasien tapi menerapkan kebijakan ini, India melakukannya dalam angka kematian yg belum memasuki dua digit dan dari aspek geografis, komposisi demografis, semacam kepadatan penduduk dll, India lebih tinggi secara umum dari Indonesia, dengan kata lain potensi lebih contagius-nya cukup besar. Indonesia salah satu yg memiliki tingkat kematian (bukan angka tetapi tingkat agar tidak terlalu menakutkan membacanya) tertinggi akibat Covid di dunia, di sekitaran 8.7% dan pernah tertinggi di dunia beberapa hari lalu. Per 26 maret, dari keseluruhan kasus yg mencapai 800an, sekitar 86 % kasus berpusat di pulau Jawa, 73% berpusat di Jawa bagian barat (Banten, DKI, jabar), 57% berpusat di wilayah administratif DKI (dimana pusat transportasi yang menjadi basis mobilitas antar daerah di Indonesia ada di wilayah ini). Sehingga kita bisa melihat sendiri dan menganalisa lewat data ini. Dan data ini per tanggal 26 maret sampai pukul 15.30 WIB dan data ini sangat cepat berubah. Berikutnya adalah tingkat pertumbuhan internet paket yang lebih tinggi di Intim dan harga Indihome yg digambarkan hanya seharga 3 ikan nila di Indonesia Timur, betul di satu sisi tapi mendaptkan uang 240rbu di Indonesia timur tidak semudah mendaptkan uang di jakarta (dalam keadaan normal), misalnya mendpatkan 50rbu perhari, sekalipun juga memang tidak banyak yang harus dibeli (atau memiliki harga yang sama, terutama pangan) di Indonesia Timur sama seperti di jakarta dan area2 sekitarnya. Tapi, dalam keadaan ini optimisme serta peluang2 dan saling dukung sebagai bangsa sekalipun memang juga rasionalitas harus dijaga. Jadi harus saling dukung memang. Senang melihat video ini. 🤘🏻👍🏻

  • arman susilo
    arman susilo Hari Yang lalu

    orang indinesia itu kuat lahir bathin,kita punya Alloh,kita beriman kp Alloh,kita minta perlindungan Alloh,jangan lockdown,itu pemikiran orang2 yg mengandalkan akal dan kemampuannya belaka,dan itulah orang2jahil, sesungguhnya tiada daya dan upaya,kecuali atas pertolongan Alloh SWT.

  • Little Demon
    Little Demon Hari Yang lalu +1

    ALASAN UTAMA GAK PUNYA UANG BUAT TANGGUNG RAKYAT YANG DI LOCKDOWN!!!

  • adib auliya lutfil
    adib auliya lutfil Hari Yang lalu

    Solusi.. total lockdown..

  • syarifuddin udin
    syarifuddin udin Hari Yang lalu

    pencerahan yg proporsional

  • ꦒꦗꦠꦱꦤꦱꦕꦱꦤꦱ ꦎꦲꦧꦤꦱꦕꦧꦤꦧ

    Intronya pilih ekonomi mati
    Atau rakyatnya mati

  • Arief Santoso
    Arief Santoso Hari Yang lalu

    nga kuat indonesia klo lockdown

  • Ferman Chen
    Ferman Chen Hari Yang lalu

    Yg teriak2 minta lockdown, bila lockdown, akan teriak2 ganti presiden kembali. Kadrun akan selalu protes, apapun kebijaksaan yg di ambil.

  • Didik Istiadi
    Didik Istiadi Hari Yang lalu +1

    Komentar.RK sangat sejuk..beda dengan rocky gareng abal2....bagai langit dan bumi

  • Puspita Sn
    Puspita Sn Hari Yang lalu

    thanks Prof. Thanks Medcom. Tayangan menarik, memberi ilmu, memberi energi positif ditengah ujian besar. Salut !!

  • Adi Rubiaman
    Adi Rubiaman Hari Yang lalu

    Lebih penting mana
    Nyawa manusia
    Atw dwit ????

  • Abdul Karim
    Abdul Karim Hari Yang lalu

    PROPAGANDA MEDIA LEBIH DAHSAT DARI KENYATAAN

  • mink
    mink 2 hari yang lalu

    Tadinya optimistis krn sekolah libur spy anak2 tdk terdampak kantor bnyk yg dUbah shift bhkn kerja dr rumah spy tdk prlu lay off toh yg penting jaga jarak jgn berkerumun jgn plesiran berlebihan jgn membuat acara yg menimbulkan bnyk org berkumpul tapi trnyata msh bnyk yg tdk disiplin..drpd beli makan take away msh ada yg makan dTmpt umum bawa anak msh bnyk yg menimbulkan situasi berkerumun bhkn anak2 bermain berkerumun entah knp protokol ini tdk dJlnkn disiplin

  • Nikko Candi
    Nikko Candi 2 hari yang lalu

    hanya berharap prediksi terburuk tidak terjadi...

  • totok vat
    totok vat 2 hari yang lalu

    penting untuk di simak ...👍👍

  • Doharman JF MarbunLG
    Doharman JF MarbunLG 2 hari yang lalu

    Knpa bapak ini jarang di TV. Apalagi di TV one: pernah di ILC tapi hanya sekali kalau saya tonton 🤔. Sayang amat..!!! Kalau orang2 seperti bapak ini jarang pembicara di media 👉🏻"Untuk mengedukasi negara kita ini". Pasti lebih bijak dan lebih positif dlm hal berfikir...

  • Jalmi Alit
    Jalmi Alit 2 hari yang lalu

    Buy Bitcoin soon